GrandeMedia

Hukum Puasa Syawal

hukum-puasa-syawal
Bagaimanakah hukum puasa Syawal? Orang yang melaksanakan puasa di bulan Ramadhan kemudian mengikutinya dengan puasa sunnah enam hari di bulan Syawal, maka nilai pahalanya sama dengan puasa satu tahun. Hal ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Abu Ayyub al-Anshori bahwa Rasulullah SAW bersabda:
"Barangsiapa berpuasa Ramadhan kemudian mengikutinya dengan puasa enam hari di bulan Syawal, maka seakan-akan dia puasa setahun." (H.R. Muslim)

Adapun pelaksanaan puasa Syawal apakah harus berurutan dan langsung setelah Idul Fitri? Ada beberapa pendapat ulama :

1. Imam Ahmad bin Hanbal :

Puasa Syawal boleh dilaksanakan berurutan dan langsung setelah lebaran (tanggal 2 Syawal) atau secara terpisah-pisah dan tidak langsung, asalkan masih dalam lingkup bulan Syawal. Keduanya sama, tidak ada yang lebih utama antar keduanya.

2. Imam Hanafi dan Syafi'i :

Yang lebih utama dilaksanakan secara langsung setelah Idul Fitri dan berurutan (2-7 Syawal), sehingga ada istilah lebaran ketupat pada tanggal 8 Syawal dimana itu meerupakan lebaran bagi orang yang puasa Syawal. Namun, juga boleh dikerjakan secara terpisah dan tidak langsung.

3. Imam Malik :

Puasa Syawal itu makruh dilaksanakan, karena khawatir orang awam mengira bahwa puasa Syawal itu termasuk bagian dari puasa Ramadhan. (DR. Yusuf al-Qordhowi. Fiqhusshiyaam: 119)

Kesimpulannya, hukum puasa Syawal itu sunnah dan keutamaannya kalau dijumlah dengan puasa Ramadhan sama dengan puasa setahun. Pelaksanaannya boleh langsung dan berurutan, juga boleh tidak, asal masih dalam bulan Syawal.

Get free daily email updates now !

Follow us on :

Ditulis oleh : GrandeMedia | 29 August 2012

Belum ada komentar untuk "Hukum Puasa Syawal"

Post a Comment